hhhhhmmmmm baru perhatiin beberapa hari belakangan ini, di jalan-jalan, di parkiran mol, tetangga2 gue ...... kalo nomor plat motor B ternyata 80-90% diawali dengan angka 6. sisanya diawali dengan 3,4 dan 5. tar coba aja ke parkiran motor (karyawan), secara males survei ke parkiran mahasiswa, hampir semua motor diawali dengan angka 6 ......
penasaran mode : ON
kok sebagian besar 6 ya??????
ada yg pada tahu ga ada cara baca nomor plat motor terutama di wilayah jabodetabek? beda banget soalnya dengan nomor plat mobil yang sangat bervariasi penomorannya.
07 May 2010
06 May 2010
Menculik Miyabi
Rasanya gue pribadi perlu memberi semangat buat tim Blue EDGE 1 Extention (BE1.Ext) ... :D terutama buat Jimbo as the project manager ...
MENCULIK MIYABI akhirnya tayang di bioskop Indo .... tapi kita tidak akan membahas kualitas pilem tsb apalagi membahas sang ikon :
Mengapa Miyabi? Katanya beberapa komentator sih buat inovasi, kreativitas, sensasi, dan membuka jalan dunia perpileman Indo menjadi go international (mau saingan sama Sri Mulyani :p)
Setelah mendapat berbagai macam tantangan, hambatan, hujatan, tapi tidak ketinggalan dukungan, pujian, dan harapan, syuting pilem ini akhirnya selesai dan akhirnya juga diputer di bioskop di Indo. Biaya produksi mahal? Jelassssssss .... secara di Jepang booooookkkk. Tapi PH tetap ngotot memproduksi pilem ini untuk penyegaran terhadap industri pilem kita, bahkan diharapkan dapat menyaingi Ayat-Ayat Cinta (genrenya bertolak belakang banget yaaaaa :p)
Pilemnya mutu ga sehhh? Beberapa orang bilang ga mutu, ada yg bilang es-te-de, ada juga yg bilang lumayan lah, itung2 supaya banyak variasi genre di industri pilem indo. Naaahhhh, tapi yg pasti semua penonton dengan antusias ingin menyambut dan merasakan pesona Miyabi yg penuh sensasional.
Terus hubungannya apa antara MENCULIK MIYABI dengan project BE1.Ext?????? Hhhhmmmm kayaknya ga ada seh =)) tapi gue coba menulis ulang tulisan gue di atas, tapi gue ganti beberapa kata berkonteks pilem menjadi konteks project.
Project BE1.Ext akhirnya kick-off di Finance Directorate .... tapi kita tidak akan membahas impact project tsb apalagi membahas sang project manager :p
Mengapa SAP? Katanya beberapa komentator sih buat inovasi, kreativitas, sensasi, dan membuka jalan BINUS menjadi go international (mau saingan sama Sri Mulyani :p)
Setelah mendapat berbagai macam tantangan, hambatan, hujatan, tapi tidak ketinggalan dukungan, pujian, dan harapan, project ini akhirnya kick-off dan akhirnya diharapkan go-live di Finance Directorate. Menyelesaikan project sangat berat? Jelassssssss .... secara aplikasi "Setan Aja Pusing" booooookkkk. Tapi Finance Directorate tetap ngotot menjalankan project ini untuk improvement terhadap business process kita, bahkan diharapkan dapat menyaingi aplikasi-aplikasi legacy (perbandingannya bertolak belakang banget yaaaaa :p)
Projectnya mutu ga sehhh? Beberapa orang bilang ga mutu, ada yg bilang es-te-de, ada juga yg bilang lumayan lah, itung2 supaya banyak variasi apikasi di Finance Directorate. Naaahhhh, tapi yg pasti semua F4 Team (bahkan BINUS) dengan antusias ingin menyambut dan merasakan pesona SAP yg penuh sensasional.
MENCULIK MIYABI akhirnya tayang di bioskop Indo .... tapi kita tidak akan membahas kualitas pilem tsb apalagi membahas sang ikon :
Mengapa Miyabi? Katanya beberapa komentator sih buat inovasi, kreativitas, sensasi, dan membuka jalan dunia perpileman Indo menjadi go international (mau saingan sama Sri Mulyani :p)
Setelah mendapat berbagai macam tantangan, hambatan, hujatan, tapi tidak ketinggalan dukungan, pujian, dan harapan, syuting pilem ini akhirnya selesai dan akhirnya juga diputer di bioskop di Indo. Biaya produksi mahal? Jelassssssss .... secara di Jepang booooookkkk. Tapi PH tetap ngotot memproduksi pilem ini untuk penyegaran terhadap industri pilem kita, bahkan diharapkan dapat menyaingi Ayat-Ayat Cinta (genrenya bertolak belakang banget yaaaaa :p)
Pilemnya mutu ga sehhh? Beberapa orang bilang ga mutu, ada yg bilang es-te-de, ada juga yg bilang lumayan lah, itung2 supaya banyak variasi genre di industri pilem indo. Naaahhhh, tapi yg pasti semua penonton dengan antusias ingin menyambut dan merasakan pesona Miyabi yg penuh sensasional.
Terus hubungannya apa antara MENCULIK MIYABI dengan project BE1.Ext?????? Hhhhmmmm kayaknya ga ada seh =)) tapi gue coba menulis ulang tulisan gue di atas, tapi gue ganti beberapa kata berkonteks pilem menjadi konteks project.
Project BE1.Ext akhirnya kick-off di Finance Directorate .... tapi kita tidak akan membahas impact project tsb apalagi membahas sang project manager :p
Mengapa SAP? Katanya beberapa komentator sih buat inovasi, kreativitas, sensasi, dan membuka jalan BINUS menjadi go international (mau saingan sama Sri Mulyani :p)
Setelah mendapat berbagai macam tantangan, hambatan, hujatan, tapi tidak ketinggalan dukungan, pujian, dan harapan, project ini akhirnya kick-off dan akhirnya diharapkan go-live di Finance Directorate. Menyelesaikan project sangat berat? Jelassssssss .... secara aplikasi "Setan Aja Pusing" booooookkkk. Tapi Finance Directorate tetap ngotot menjalankan project ini untuk improvement terhadap business process kita, bahkan diharapkan dapat menyaingi aplikasi-aplikasi legacy (perbandingannya bertolak belakang banget yaaaaa :p)
Projectnya mutu ga sehhh? Beberapa orang bilang ga mutu, ada yg bilang es-te-de, ada juga yg bilang lumayan lah, itung2 supaya banyak variasi apikasi di Finance Directorate. Naaahhhh, tapi yg pasti semua F4 Team (bahkan BINUS) dengan antusias ingin menyambut dan merasakan pesona SAP yg penuh sensasional.
05 May 2010
Excel 2007 – Menghitung Data Unik dalam Tabel
Dalam sebuah dokumen Excel, Anda diminta menghitung jumlah data yang nilainya sama. Bagaimana caranya?
Hitung yang unik Melalui fungsi Advanced Filter, Anda dapat menyaring dan menghitung sejumlah dengan lebih mudah.
Tips Contohnya, Anda memiliki dokumen yang di dalamnya tersaji kolom berisi Nama Perusahaan dan Nama Pegawai. Dari dokumen tersebut, satu perusahaan bisa diwakili oleh lebih dari satu orang pegawai. Kalau menghitung jumlah pegawai yang ada, pastinya mudah. Yang sulit dilakukan adalah menghitung jumlah aktual Nama Perusahaan yang ada. Ada beberapa cara untuk melakukannya. Pertama, jika tidak ada cell kosong pada kolom tersebut, Anda bisa menggunakan formula =SUM(1/COUNTIF(A2:A50,A2:A50)). Jika ada cell kosong pada kolom tersebut (A2 sampai A50), hasilnya akan memunculkan error. Untuk itu, ubah formulanya menjadi
=SUM(IF(FREQUENCY(IF(LEN(A2:A0)>0, MATCH(A2:A50,A1:A50,0),””),IF(LEN(A2:A50)>0,MATCH(A2:A50,A2:A50,0),””))>0,1)).
Jika Anda tidak ingin memakai formula tersebut, Anda bisa menuliskan formula biasa di kolom C. Pertama-tama, sortir tabelnya menurut isi kolom A sehingga tabelnya urut berdasarkan nama perusahaan. Kemudian, tambahkan formula =IF(B2< >B3,1,0) di cell C2. Copy formula tersebut sampai ke cell terakhir di kolom C lalu jumlahkan hasilnya. Hasilnya merupakan jumlah Nama Perusahaan.
15 Nasehat Berkomunikasi dari Mr.Ponijan Liaw
15 Nasehat Berkomunikasi dari Mr.Ponijan Liaw
“Communication is the key to success,” sebuah statement yang kerap kita dengar namun masih banyak yang gagal menerapkannya. Berbagai alasan mengemuka. Mulai dari ketidakpercayaan diri, ketidaksempurnaan alat ucap (artikulator) sampai dengan penampilan fisik yang tidak memadai.
Banyak diskusi tentang komunikasi telah dilakukan, namun tidak juga membantu mengatasi persoalan sulitnya berkomunikasi secara berhasil guna. Tidak mengherankan memang ! Karena diskusi mengenai komunikasi sebagian besar didasarkan pada teori-teori ‘kering’ tanpa ada kejelasan bagaimana mempraktekkannya di dunia nyata. Yang ada hanyalah kerangka teoretis yang sulit dicerna karena banyak menggunakan contoh-contoh dengan pendekatan budaya yang terjadi di belahan bumi lain (disebabkan banyak bahan yang diambli berasal dari buku-buku terjemahan). Ketika diterapkan di Indonesia, teori tersebut belum tentu sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada.
Menyadari hal itulah, saya mencoba untuk mengangkat lagi tulisan lama dari Saudara Ponijan Liaw dan saya ambil dari http://pembelajar.com/. Sedikit saya singkat dan olah kembali demi memudahkan pembaca memahaminya serta tentu saja lebih menghemat bandwith karena tidak usah bingung-bingung mencarinya, mengingat posting dari sumber aslinya pada bulan Desember 2004.
1. Communicate Effectively
Lakukan komunikasi secara efektif. Hindari pemberian instruksi yang tidak jelas atau ambigious (mengandung makna ganda). Ingatlah tidak semua pendengar memiliki intelegensia seperti Anda. Maka untuk menajamkan komunikasi yang efektif ini, kita perlu belajar bagaimana membuat setiap artikulasi kita jelas dan bermakna tunggal sehingga kesalahpahaman tidak akan terjadi.
2. Good Communication Erases Life Matters
Komunikasi yang didasari dengan pengertian yang baik dan bijaksana akan menghapus segala persoalan hidup.Kesalahpahaman dan pertikaian hanya dapat diselesaikan dengan komunikasi. Sehingga tidaklah terlalu berlebihan jika dikatakan bahwa komunikasi adalah obat mujarab bagi segala persoalan. Bila ada orang yang complain terhadap jasa dan produk kita, misalnya. Jika kita menanganinya dengan komunikasi yang baik. Tutur kata yang sopan dan lemah lembut. Semarah apa pun orang tersebut sebelumnya, komunikasi yang baik akan dapat mengatasi semuanya itu.
3. Simplify Your Words
Banyak orang yang lupa (atau pura-pura lupa) menyederhanakan kosa kata yang digunakan ketika berkomunikasi dengan orang lain. Tidak menyadari latar belakang gaya bahasa, istilah dan kebiasaan berbahasa orang yang diajak berkomunikasi. Bahasa kantor yang sangat teknis dan njlimet menghiasi percakapan mereka. Sekali pun orang yang diajak bicara telah mengernyitkan dahi ketika mendengarkan mereka, malah ada yang merasa bangga bahwa mereka telah menggunakan bahasa formal nan tinggi sehingga orang-orang mungkin saja menganggap mereka sebagai kaum intelektual.
4. Use Proper Words in Proper Place
Penggunaan kata-kata harus disesuaikan dengan tempat dimana komunikasi itu berlangsung. Tidak semua kata dapat diterapkan di semua tempat. Kata-kata bermakna bahagia, penuh semangat, tidak mungkin dapat digunakan di tempat dimana orang sedang ditimpa kemalangan, misalnya. Ucapan/istilah dalam pergaulan sehari-hari tentu tidak dapat dipakai ketika memandu seorang narasumber dalam sebuah talk show formal, misalnya. So, tempat sangat mempengaruhi bagaimana kita harus memilih kata yang tepat.
5. Go Down to Earth When You Speak
Gunakan cara berbicara yang membumi dengan pilihan materi yang dapat dimengerti oleh orang-orang di sekitar kita. Pada dasarnya tidak ada gunanya kita berbicara dengan bahasa intelektual tinggi jika itu tidak dapat dimengerti oleh pendengarnya. Disamping itu kerangka berpikir sederhana namun sistematis harus dikedepankan sehingga setiap penjelasan kita akan mudah dipahami dan diikuti dengan mendalam.
6. Keep Your Message Simple and Short
Adalah lebih baik jika kita dapat meringkas apa yang ingin kita sampaikan dalam kalimat-kalimat singkat, padat, tepat dan memikat. Kalimat-kalimat yang terlalu panjang, bukan hanya melelahkan penuturnya, melainkan juga melelahkan pendengarnya. Yang jauh lebih penting disini, bukanlah panjangnya kalimat tetapi sejauh mana esensi percakapan itu dapat ditangkap oleh pendengar. Hal ini terutama harus dipraktekkan kepada ‘para bos’ yang tidak memiliki banyak waktu untuk mendengarkan sesuatu yang panjang dan complicated.
7. Focus on What You Talk About
Jika Anda dihadapkan pada pertanyaan atau pernyataan yang tidak menyangkut apa yang sedang Anda bicarakan atau tidak berhubungan langsung dengan anda, sebaiknya penilaian tidak diberikan. Disini, kita diajarkan untuk fokus terhadap apa yang tengah kita bicarakan. Jangan ngalor ngidul (kemana-mana, tidak karuan) dan kehilangan fokus sehingga pendengar atau komunikan menjadi bingung. Lebih baik selalu berpedoman kepada apa yang sedang Anda bahas.
8. Your Speech is Your Ads, So, Be Creative
Banyak orang tidak menyadari bahwa setiap komunikasi dilakukan dengan siapa saja, dimana saja, kapan saja, mereka sesungguhnya sedang ‘menjual diri’ mereka kepada orang yang sedang berhadapan dengan mereka. Baik buruknya image diri sangat ditentukan oleh apa yang keluar dari mulut mereka. Oleh karena itu susunlah kalimat-kalimat kreatif dengan cara memilih kata-kata positif, dinamis dan berkekuatan karena ‘inilah iklan’ diri kita.
9. Tell the Reasons Why You Speak about It
Ketika memulai sebuah presentasi/penyampaian gagasan, jangan lupa jelaskan alasan mengapa hal itu perlu disampaikan pada kesempatan tersebut. Melalui alasan yang Anda sampaikan, orang-orang akan memahami latar belakang tersebut dan selanjutnya akan dapat mengikuti penyampaian Anda dengan lebih efektif dan positif.
10. Speak without Any Borders
Bicaralah dengan bebas tanpa ada tekanan dan ketakutan. Jika ada hal yang membebani Anda, sebaiknya percakapan tidak dilakukan, sebab hanya akan memberikan hasil yang tidak maksimal yang pada batas tertentu ‘memalukan’ karena kehilangan inti pembicaraan berarti. Komunikasi yang dibatasi sedemikian rupa dalam hal topik dan tempat, akan menjadi sebuah hambatan dari komunikasi itu sendiri, dan merugikan semua pihak, komunikator dan komunikan. Bahkan bukan tidak mungkin hal ini justru akan menimbulkan kecurigaan, dugaan-dugaan negatif dan destruktif terhadap tujuan komunikasi itu sendiri. Jika hal ini terjadi, apa pun yang disampaikan dalam komunikasi itu, tidak akan membawa banyak arti atau pun manfaat.
11. Consider Community’s Values
Pertimbangkan nilai-nilai yang hidup di masyarakat di mana kita sedang memberikan pembahasan terhadap suatu hal. Kesalahan dengan menerobos nilai-nilai ini secara negatif akan berdampak antipati terhadap diri kita.
12. Cancel the Complicated Matters
Persoalan rumit yang belum cukup matang kita pahami sebaiknya ditunda saja perbincangannya. Hal ini tidak akan mengurangi rasa hormat orang lain terhadap kita. Justru sebaliknya akan memberikan kesempatan kepada orang lain untuk tidak membebani pikiran mereka dengan hal-hal rumit yang belum saatnya untuk dipahami secara sederhana.
13. Quote Others to Ease Your Speech
Kita tidak memiliki cukup waktu untuk mengalami sendiri semua peristiwa yang pernah terjadi di muka bumi ini. Untuk itu, catatan sejarah tentang apa yang pernah terjadi dapat kita kutip. Kutipan ini tidak hanya mempermudah pembicaraan kita tetapi juga memperindahnya.
14. Don’t Butt In !
Setiap orang memiliki dua telinga dan satu mulut. Artinya, lebih banyaklah mendengar daripada ngomong. Justru dari mendengar kita belajar bukan dari berbicara.
15. Never Plan What to Say When Listening
Jangan melakukan self-mind chatting ketika mendengarkan orang lain sedang berbicara dengan kita. Berbicara dengan pikiran sendiri dan menyusun rencana selanjutnya untuk disampaikan akan mengganggu kelancaran komunikasi.
sumber : http://paknewulan.wordpress.com/2007/10/03/nasehat-nasehat-dalam-berkomunikasi/
“Communication is the key to success,” sebuah statement yang kerap kita dengar namun masih banyak yang gagal menerapkannya. Berbagai alasan mengemuka. Mulai dari ketidakpercayaan diri, ketidaksempurnaan alat ucap (artikulator) sampai dengan penampilan fisik yang tidak memadai.
Banyak diskusi tentang komunikasi telah dilakukan, namun tidak juga membantu mengatasi persoalan sulitnya berkomunikasi secara berhasil guna. Tidak mengherankan memang ! Karena diskusi mengenai komunikasi sebagian besar didasarkan pada teori-teori ‘kering’ tanpa ada kejelasan bagaimana mempraktekkannya di dunia nyata. Yang ada hanyalah kerangka teoretis yang sulit dicerna karena banyak menggunakan contoh-contoh dengan pendekatan budaya yang terjadi di belahan bumi lain (disebabkan banyak bahan yang diambli berasal dari buku-buku terjemahan). Ketika diterapkan di Indonesia, teori tersebut belum tentu sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada.
Menyadari hal itulah, saya mencoba untuk mengangkat lagi tulisan lama dari Saudara Ponijan Liaw dan saya ambil dari http://pembelajar.com/. Sedikit saya singkat dan olah kembali demi memudahkan pembaca memahaminya serta tentu saja lebih menghemat bandwith karena tidak usah bingung-bingung mencarinya, mengingat posting dari sumber aslinya pada bulan Desember 2004.
1. Communicate Effectively
Lakukan komunikasi secara efektif. Hindari pemberian instruksi yang tidak jelas atau ambigious (mengandung makna ganda). Ingatlah tidak semua pendengar memiliki intelegensia seperti Anda. Maka untuk menajamkan komunikasi yang efektif ini, kita perlu belajar bagaimana membuat setiap artikulasi kita jelas dan bermakna tunggal sehingga kesalahpahaman tidak akan terjadi.
2. Good Communication Erases Life Matters
Komunikasi yang didasari dengan pengertian yang baik dan bijaksana akan menghapus segala persoalan hidup.Kesalahpahaman dan pertikaian hanya dapat diselesaikan dengan komunikasi. Sehingga tidaklah terlalu berlebihan jika dikatakan bahwa komunikasi adalah obat mujarab bagi segala persoalan. Bila ada orang yang complain terhadap jasa dan produk kita, misalnya. Jika kita menanganinya dengan komunikasi yang baik. Tutur kata yang sopan dan lemah lembut. Semarah apa pun orang tersebut sebelumnya, komunikasi yang baik akan dapat mengatasi semuanya itu.
3. Simplify Your Words
Banyak orang yang lupa (atau pura-pura lupa) menyederhanakan kosa kata yang digunakan ketika berkomunikasi dengan orang lain. Tidak menyadari latar belakang gaya bahasa, istilah dan kebiasaan berbahasa orang yang diajak berkomunikasi. Bahasa kantor yang sangat teknis dan njlimet menghiasi percakapan mereka. Sekali pun orang yang diajak bicara telah mengernyitkan dahi ketika mendengarkan mereka, malah ada yang merasa bangga bahwa mereka telah menggunakan bahasa formal nan tinggi sehingga orang-orang mungkin saja menganggap mereka sebagai kaum intelektual.
4. Use Proper Words in Proper Place
Penggunaan kata-kata harus disesuaikan dengan tempat dimana komunikasi itu berlangsung. Tidak semua kata dapat diterapkan di semua tempat. Kata-kata bermakna bahagia, penuh semangat, tidak mungkin dapat digunakan di tempat dimana orang sedang ditimpa kemalangan, misalnya. Ucapan/istilah dalam pergaulan sehari-hari tentu tidak dapat dipakai ketika memandu seorang narasumber dalam sebuah talk show formal, misalnya. So, tempat sangat mempengaruhi bagaimana kita harus memilih kata yang tepat.
5. Go Down to Earth When You Speak
Gunakan cara berbicara yang membumi dengan pilihan materi yang dapat dimengerti oleh orang-orang di sekitar kita. Pada dasarnya tidak ada gunanya kita berbicara dengan bahasa intelektual tinggi jika itu tidak dapat dimengerti oleh pendengarnya. Disamping itu kerangka berpikir sederhana namun sistematis harus dikedepankan sehingga setiap penjelasan kita akan mudah dipahami dan diikuti dengan mendalam.
6. Keep Your Message Simple and Short
Adalah lebih baik jika kita dapat meringkas apa yang ingin kita sampaikan dalam kalimat-kalimat singkat, padat, tepat dan memikat. Kalimat-kalimat yang terlalu panjang, bukan hanya melelahkan penuturnya, melainkan juga melelahkan pendengarnya. Yang jauh lebih penting disini, bukanlah panjangnya kalimat tetapi sejauh mana esensi percakapan itu dapat ditangkap oleh pendengar. Hal ini terutama harus dipraktekkan kepada ‘para bos’ yang tidak memiliki banyak waktu untuk mendengarkan sesuatu yang panjang dan complicated.
7. Focus on What You Talk About
Jika Anda dihadapkan pada pertanyaan atau pernyataan yang tidak menyangkut apa yang sedang Anda bicarakan atau tidak berhubungan langsung dengan anda, sebaiknya penilaian tidak diberikan. Disini, kita diajarkan untuk fokus terhadap apa yang tengah kita bicarakan. Jangan ngalor ngidul (kemana-mana, tidak karuan) dan kehilangan fokus sehingga pendengar atau komunikan menjadi bingung. Lebih baik selalu berpedoman kepada apa yang sedang Anda bahas.
8. Your Speech is Your Ads, So, Be Creative
Banyak orang tidak menyadari bahwa setiap komunikasi dilakukan dengan siapa saja, dimana saja, kapan saja, mereka sesungguhnya sedang ‘menjual diri’ mereka kepada orang yang sedang berhadapan dengan mereka. Baik buruknya image diri sangat ditentukan oleh apa yang keluar dari mulut mereka. Oleh karena itu susunlah kalimat-kalimat kreatif dengan cara memilih kata-kata positif, dinamis dan berkekuatan karena ‘inilah iklan’ diri kita.
9. Tell the Reasons Why You Speak about It
Ketika memulai sebuah presentasi/penyampaian gagasan, jangan lupa jelaskan alasan mengapa hal itu perlu disampaikan pada kesempatan tersebut. Melalui alasan yang Anda sampaikan, orang-orang akan memahami latar belakang tersebut dan selanjutnya akan dapat mengikuti penyampaian Anda dengan lebih efektif dan positif.
10. Speak without Any Borders
Bicaralah dengan bebas tanpa ada tekanan dan ketakutan. Jika ada hal yang membebani Anda, sebaiknya percakapan tidak dilakukan, sebab hanya akan memberikan hasil yang tidak maksimal yang pada batas tertentu ‘memalukan’ karena kehilangan inti pembicaraan berarti. Komunikasi yang dibatasi sedemikian rupa dalam hal topik dan tempat, akan menjadi sebuah hambatan dari komunikasi itu sendiri, dan merugikan semua pihak, komunikator dan komunikan. Bahkan bukan tidak mungkin hal ini justru akan menimbulkan kecurigaan, dugaan-dugaan negatif dan destruktif terhadap tujuan komunikasi itu sendiri. Jika hal ini terjadi, apa pun yang disampaikan dalam komunikasi itu, tidak akan membawa banyak arti atau pun manfaat.
11. Consider Community’s Values
Pertimbangkan nilai-nilai yang hidup di masyarakat di mana kita sedang memberikan pembahasan terhadap suatu hal. Kesalahan dengan menerobos nilai-nilai ini secara negatif akan berdampak antipati terhadap diri kita.
12. Cancel the Complicated Matters
Persoalan rumit yang belum cukup matang kita pahami sebaiknya ditunda saja perbincangannya. Hal ini tidak akan mengurangi rasa hormat orang lain terhadap kita. Justru sebaliknya akan memberikan kesempatan kepada orang lain untuk tidak membebani pikiran mereka dengan hal-hal rumit yang belum saatnya untuk dipahami secara sederhana.
13. Quote Others to Ease Your Speech
Kita tidak memiliki cukup waktu untuk mengalami sendiri semua peristiwa yang pernah terjadi di muka bumi ini. Untuk itu, catatan sejarah tentang apa yang pernah terjadi dapat kita kutip. Kutipan ini tidak hanya mempermudah pembicaraan kita tetapi juga memperindahnya.
14. Don’t Butt In !
Setiap orang memiliki dua telinga dan satu mulut. Artinya, lebih banyaklah mendengar daripada ngomong. Justru dari mendengar kita belajar bukan dari berbicara.
15. Never Plan What to Say When Listening
Jangan melakukan self-mind chatting ketika mendengarkan orang lain sedang berbicara dengan kita. Berbicara dengan pikiran sendiri dan menyusun rencana selanjutnya untuk disampaikan akan mengganggu kelancaran komunikasi.
sumber : http://paknewulan.wordpress.com/2007/10/03/nasehat-nasehat-dalam-berkomunikasi/
04 May 2010
Lima Perilaku Menjengkelkan di Kantor
Memiliki rekan kerja atau mitra dengan perilaku menyebalkan terkadang sangat tidak menyenangkan. Berkomunikasi atau bekerja sama dengan mitra kerja seperti itu menjadi pilihan terakhir dalam pikiran Anda.
Perkataan yang dilontarkan rekan atau atasan seringkali membuat tersinggung meski Anda telah melakukan tanggung jawab dan kewajiban. Kesalahan kecil saja, membuat atasan langsung menegur Anda. Atau, bisa juga rekan kerja meminta Anda melakukan sesuatu seperti layaknya seorang bos.
Seperti dikutip dari the Frisky, pakar kepemimpinan dan psikolog Sylvia LaFair membuka alasan di balik perilaku menjengkelkan rekan kerja. Menurutnya, perilaku menyebalkan di kantor berakar dari pengalaman yang dialami pada masa kanak-kanak.
Sylvia menawarkan teknik baru untuk mengidentifikasi asal-usul perilaku kerja yang buruk dan meredakan kebiasaan berbahaya tersebut. Langkah pertama mengidentifikasi pola kerja yang tak berfungsi di kantor. Setelah itu, lakukan perubahan secara menyeluruh.
Buku karangan Sylvia LaFair, 'Don’t Bring It To Work' menjelaskan beberapa jenis disfungsi prilaku dalam kerja serta penyebab luka dari masa kecil mereka.
1. Penganiaya (Persecutor)
Orang jenis ini tak segan mengatur hal-hal kecil dan memperhatikan pelanggaran-pelanggaran orang lain. Beberapa cirinya adalah email pasif-agresif yang cenderung menyalahkan orang lain.
Mengapa terjadi? Orang seperti ini tumbuh dengan pelecehan atau pengabaian dari orang tua.
2. Pura-pura (Denier)
Karyawan tipe ini tidak realistis dan berpura-pura tidak ada masalah dalam pekerjaan atau kondisi kantor. Saat keuangan kantor mengalami kerugian dan krisis berat, pendapat sebagian besar orang adalah "Perusahaan akan bangkrut". Mereka akan keukeuh dengan ucapan, "Akan ada bonus untuk semua orang!"
Kemungkinan terbesar dari tipe orang ini adalah mereka berasal dari keluarga yang takut membicarakan hal-hal tidak menyenangkan.
3. Penghindar (Avoider)
Dia adalah orang pertama yang menghindari atau keluar kantor setiap kali akan berlangsung rapat yang akan menyampaikan 'berita buruk' atau menjelang deadline. Sebabnya, di masa kanak-kanak, orangtua mereka terlalu menghakimi atau tidak memiliki hubungan kuat dengan orang tua.
4. Si Berprestasi (Super Achiever)
Orang seperti ini mendorong diri agar terus unggul dalam segala hal. Mereka memimpikan untuk selalu meraih keuntungan bagi dirinya. Orang seperti ini akan merasa gagal jika ada hal yang menyiratkan bahwa mereka telah melakukan kesalahan. Jadi, sekuat tenaga, tipe seperti ini akan berusaha membuat orang lain terlihat buruk.
Di masa kecil, biasanya orang seperti ini memiliki pengalaman rasa malu atau tragedi dalam keluarga. Maka, mereka berusaha menebusnya dengan segala cara.
5. Martir
Orang ini melakukan pekerjaan semua orang. Mereka datang lebih awal setiap hari dan bekerja lembur setiap malam. Mereka juga bangga dan selalu menceritakannya kepada semua orang.
Alasan utama dari prilaku pekerja jenis ini adalah semasa kecil mereka mencoba untuk menyenangkan orangtua yang tidak menyukai impian mereka.
Apakah salah satu jenis terdengar akrab bagi Anda?
Penyakit Akibat Gila Kerja
Merry Wahyuningsih - detikHealth
New Jersey, Beberapa orang mungkin merasa bangga mengklaim dirinya 'gila kerja' atau workaholic. Tapi ternyata ada banyak masalah kesehatan yang mengintai si penggila kerja. Apa saja penyakit yang diakibatkan oleh gila kerja?
Secara harfiah, gila kerja berbeda dengan pekerja keras. Pekerja keras lebih ditandai dengan kegigihan dan keteguhan dalam bekerja. Sedangkan penggila kerja akan merasa panik, kecemasan atau merasa kehilangan sesuatu bila mereka sedang tidak bekerja.
"Gila kerja adalah kecanduan beraktivitas terus-menerus. Perilaku ini terus berlangsung meskipun mereka sadar bahwa hal tersebut berbahaya pada diri mereka sendiri, yang akhirnya merusak kualitas kerja," ujar Diane M. Fassel, penulis 'Working Ourselves to Death' dan Ketua Eksekutif Aksi Baru yang mensurvei kepuasan karyawan, seperti dilansir dari PersonalDevelopment, Senin (3/5/2010).
Menurut Fassel, gila kerja tidak seperti kecanduan narkoba atau alkohol. Orang yang gila kerja akan dipuji atau dihargai karena mereka bekerja secara loyal, bahkan melampau batas waktu yang ditetapkan perusahaan. Hal inilah yang menyebabkan banyak orang tidak memandang negatif si penggila kerja.
Namun, para ahli mempertimbangkan bahwa gila kerja dapat menyebabkan kerusakan mental maupun fisik.
"Gila kerja adalah bisnis berbahaya dan berisiko bagi tubuh manusia," kata Gayle Porter, seorang Associate Professor of Management di Rutgers School of Business di Camden, New Jersey, yang mempelajari tentang gila kerja.
Orang yang gila kerja akan mengabaikan kesehatan pribadi dan harus kehilangan waktu tidur, makan dengan gizi buruk, dan mengonsumsi rokok atau kafein agar mereka tetap dalam keadaan terjaga, yang dapat menyebabkan berbagai macam penyakit dan kematian di usia muda.
Berikut beberapa penyakit yang diakibatkan oleh kegilaan terhadap pekerjaan seperti dilansir dari health.com, yaitu:
1. Batu ginjal
Waktu duduk yang terlalu lama, kurang minum dan sering menahan buang air kecil. Disisi lain makanan yang dikonsumsi kalsium tinggi dan kaya oksalat yang susah larut dalam tubuh. Akibatnya terjadi infeksi saluran kemih atau timbul penyumbatan. Penyumbatan di urin bisa membuat kristal-kristal yang menjadi batu ginjal.
2. Sembelit
Waktu duduk yang terlalu lama membuat kurang bergerak yang tidak diimbangi dengan minum air yang banyak dan buah. Kondisi membuat susah buang air besar padahal perut terasa sudah penuh.
3. Wasir atau ambeien
Waktu duduk yang terlalu lama atau berdiri terlalu lama, kurang bergerak yang tidak diimbangi dengan minum air yang banyak dan buah. Kondisi membuat susah buang air besar padahal perut terasa sudah penuh. Karena sembelit akibatnya buang air besar dipaksakan sehingga timbul pendarahan dan benjolan di dubur.
4. Maag
Sering terlambat makan, makan tidak teratur atau makan sekaligus dalam jumlah banyak karena menunggu sampai lapar tiba. Makan-makanan terlalu pedas, terlalu asam, juga memicu maag.
5. Liver
Kebanyakan adalah pekerja keras yang lupa memperhatikan gizi makanannya, kurang tidur atau terus-terusan lembur hingga larut malam. Orang yang terkena liver akan hilang selera makan, cepat merasa capek, urine berwarna sangat coklat.
6. Jantung
Tekanan target atau emosional pada pekerjaan, konflik di kantor, stres tingkat tinggi, merokok dan kurang istirahat pemicu penyumbatan pembuluh darah.
7. Hipertensi
Orang yang gila kerja biasanya akan memiliki emosi yang tidak terkontrol. Hal ini karena mereka selalu merasa tidak puas dengan pekerjaannya, sehingga mereka akan terus bekerja dan berdampak pada fisik dan emosi.
8. Sindrom mata kering
Penggila kerja akan menghabiskan banyak waktu di depan komputer atau melakukan pekerjaan lain yang mengharuskan mereka tetap terjaga untuk jangka waktu yang lama. Hal ini bisa memicu sindrom mata kering.
9. Kelelahan, tak berenergi dan insomnia
Penggila kerja akan melakukan pekerjaannya tanpa batas waktu. Hal ini akan menyebabkan tubuhnya mengalami kelelahan yang kronis (fatique) dan hilangnya energi. Ini juga akan memicu orang tersebut mengalami gangguan tidur seperti insomnia.(mer/ir)
03 May 2010
Subscribe to:
Posts (Atom)